You are here
Home > Artikel > Fenomena Bunuh Diri yang Akhir-akhir ini Sering Terjadi

Fenomena Bunuh Diri yang Akhir-akhir ini Sering Terjadi

Pada dasarnya bunuh diri adalah ekspresi dari keputusasaan hidup, dimana manusia tidak lagi melihat ada solusi-solusi kehidupan dalam menyelesaikan permasalahan dirinya.

Keputusasaan hidup itu seringkali lahir karena terjadinya kehampaan spiritual. Kehampaan spiritual itu pada dasarnya disebabkan karena seseorang telah kehilangan makna dan nilai dari sebuah kehidupan.

Manusia yang menganggap kehidupan ini hanya ada di dunia, maka ketika target-target duniawinya tercapai dia pun akan mengalami kehampaan spiritual. Lalu ia berpikir :

“Untuk apa aku terus menjalani hidup ini jika target-target hidupku telah tercapai”

Makanya, jangan mengherankan jika beberapa pemenang hadiah Nobel, artis-artis tenar yang kita anggap telah mendapatkan segala kebahagiaan yang dia cari dalam hidup ini, justru mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri

Kehampaan spiritual juga terjadi ketika manusia mengingkari fitrahnya, bawa mereka butuh agama, mereka butuh Tuhan, mereka membutuhkan panduan yang datang dari atas dirinya.

Ketika hal-hal tersebut tidak ada, maka fitrahnya pun mengalami dahaga. Kadang-kadang mereka tampak bahagia tapi sebenarnya hampa.

Pada masyarakat Jepang dengan tingkat bunuh diri terbesar di dunia hingga saat ini, yaitu mencapai 18,3 per 100.000 orang, bunuh diri seringkali disebabkan karena tekanan-tekanan hidup yang luar biasa, mimpi-mimpi yang berlebihan, ambisi-ambisi yang tak tertanggungkan.

Sementara disisi lain mereka kehilangan kebahagiaan hidup dan mereka kehilangan spiritualitas hidup

Remaja dan anak-anak Jepang termasuk golongan yang sangat rentan terhadap bunuh diri. Diantara penyebabnya adalah tekanan kehidupan yang luarbiasa biasa dan tuntutan kehidupan yang berlebihan. Mereka memburu Hidup, tapi anehnya tak menikmati hidup. Mereka memiliki banyak hal, tapi tak menikmati hal tersebut.

“Mungkinkah orang orang beragama mengalami kehampaan hidup lalu bunuh diri ?”

Mungkin, jika aktivitas beragama yang dilakukan itu hanyalah sesuatu yang bersifat ritual, rutinitas, tanpa nilai, tanpa makna, tak didasari atas iman, hanya pembiasaan pembiasaan semata, dilakukan karena ditakut-takuti dan dengan tekanan-tekanan yang dahsyat.

Mengapa orang menyerah menjalani hidupnya, dan memilih untuk melakukan bunuh diri?

Orang menyerah menjalani hidup seringkali tidak disebabkan karena beratnya kehidupan itu sendiri, tapi lebih disebabkan karena mentalitas nya buruk dalam menghadapi problematika hidup. Karena kita sama-sama tahu seberat apapun masalah hidup, Allah tidak pernah membebani hambanya melebihi tingkat kesanggupannya

Jadi sekali lagi, yang menjadi masalah utama bukanlah masalah hidup itu sendiri, tapi sikap seseorang dalam memahami hidup.

Saat ini telah lahir generasi-generasi yang takut hidup, karena mereka sangat berorientasi pada kenyamanan, pada kepastian, pada kejelasan, sehingga ketika dia berhadapan dengan sesuatu yang tidak pasti, peluang-peluang, kemungkinan-kemungkinan yang masih terbuka, seringkali dia tidak siap menghadapi situasi semacam itu

Itulah yang kemudian menyebabkan nya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya

Mengapa banyak mahasiswa dan usia muda yang mencoba untuk melakukan bunuh diri?

Mahasiswa termasuk periode yang sangat rentan untuk kemungkinan bunuh diri, pertama karena kenyataannya mereka masih dalam tahap remaja, masih dalam tahap anak baru gede, sehingga walaupun secara fisik mereka sangat dewasa, namun secara mental sebenarnya mereka masih agak kekanakan

Dalam situasi yang semacam itu, mereka telah dihadapkan dengan realitas-realitas kehidupan orang dewasa, seperti mengambil keputusan, bertanggung jawab atas keputusan, mengelola waktu, mengelola perasaan dan sebagainya

Belum lagi tekanan-tekanan eksternal seperti dia sebenarnya tidak ingin memasuki jurusan anu, sementara orang tuanya memaksanya untuk memasuki jurusan tersebut

Itu menimbulkan tekanan tersendiri. Belum lagi persoalan-persoalan lain seperti persaingan dengan sesama mahasiswa l, percintaan, putus cinta dan sebagainya. Itu yang menyebabkan kenapa mahasiswa termasuk periode yang rentan terhadap kemungkinan bunuh diri. Karena mentalitas nya tidak siap menghadapi kehidupan yang sepenuhnya dewasa

Saat kita sedang depresi karena masalah yang berat atau tekanan dari lingkungan sekitar dan kepikiran untuk bunuh diri, bagaimana cara menanggulangginya ?

Cara terbaik untuk mengatasi keinginan bunuh diri pada mereka-mereka yang menghadapi masalah yang sedemikian berat, adalah sesegera mungkin mencari orang lain, sahabat untuk berbagi. Karena pada dasarnya orang semacam itu perlu memiliki ventilasi dan kanalisasi terhadap beban-beban yang ada di dalam dirinya

Satu hal juga yang sangat penting pada dasarnya untuk mengatasi kecenderungan bunuh diri, yaitu segera melepaskan segala beban kepada Allah

Cuma masalahnya untuk yang terakhir ini memang jarang dipilih oleh mereka mereka yang akan bunuh diri. Karena bunuh diri sendiri adalah sebuah gejala dimana manusia tidak lagi merasakan kehadiran Tuhan.

Apa yang terjadi jika seseorang gagal bunuh diri? Dan apa yang harus kita lakukan jika orang yang kita kenal selamat dari bunuh diri?

Bagi mereka yang gagal bunuh diri, ini sebenarnya adalah kesempatan kedua dalam hidup. Maka momen ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyadarkan bahwa Tuhan telah begitu baik, memberikan peluang kepadanya, memberikan kepadanya makna hidup, mengajarkan kepadanya nilai-nilai kehidupan itu sendiri, segera mendiskusikan dengannya kenapa dia bunuh diri, masalah apa yang dihadapi dan segera memberikan kekuatan mental dan moral kepadanya untuk menjalani hidup ini

Orang semacam ini perlu diberikan perspektif betapa indahnya kehidupan ini, betapa beruntungnya dia, karena orang-orang semacam ini adalah orang-orang yang telah terbentuk menjadi berpikiran negatif terhadap hidup

Sumber:

Psikolog Senior Bapak Adriano Rusfi

Top